Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Selasa, 20 Mei 2014

Kertika Fulus Jadi Perimbangan Hobi Merpati



Gudang Burung - Empat lelaki berdiri bersiap menunggu kedatangan burung merpati jatuh dari langit. Dua lelaki siaga memegang kentongan dan sisanya menatap tajam ke arah langit sambil mencengkeram merpati betina. 

Di Rawa Kuning, Jakarta Timur, saban akhir pekan para penggila merpati pacuan berlomba meraup fulus dari hasil aduan peliharaan mereka. Adu merpati tarikan merupakan perlombaan burung dara antar kandang di satu lapak atau arena burung merpati tertentu. Sistem aduannya lebih sederhana, setiap merpati akan dilepas maksimal berjarak tiga kilometer dari arena perlombaan.

"Kalau tarikan, burungnya dilepas bareng. Yang pertama sampai ke merpati betina jadi pemenang. Hampir sama tapi kita nggak pakai kolongan," kata pemilik merpati bernama Bayu Setiawan di arena merpati tarikan, Jakarta, kemarin.

Saat berlomba, pemilik merpati mempunyai orang khusus untuk mengetahui merpati mana tiba lebih dulu. Tugasnya mengawasi sambil memegang kentongan dari kayu dan besi supaya lebih mudah membedakan dua peserta lomba.

"Burung siapa sampai duluan langsung pukul kentongan," ujar lelaki 28 tahun ini. Dia menambahkan di antara peserta dan pemegang kentongan selalu disisipkan alat perekam. Jika nantinya merpati datang bersamaan lalu suara kentongan bisa diketahui secara pasti. "Pihak tidak terima keputusan panitia bisa dengerin rekaman. Besi atau kayu duluan," ujarnya.

Bayu mempunyai lima pasang merpati tinggi atau lebih dikenal merpati atas kepala. Kisaran fulus taruhan dipasangkan tak main main. Minimal bisa Rp 5 juta sampai 15 juta tiap aduan. "Kalau satu pasang merpati main Rp 1,5 juta, main tiga hari sudah berapa? Tinggal hitung saja," tutur pria bertubuh tambun itu.

Setiap merpati mempunyai nama julukan sesuai keinginan pemiliknya. Di lapak Rawa Kuning terdapat 30 kandang merpati. Masing-masing kandang mempunyai jagoannya sendiri. Para pemain lebih memilih menghindari merpati jagoan di awal lomba.

"Merpati gacoan saya namanya Noban sama Pedrosa. Selapak juga saling tahu, mana jawaranya, dari kandang mana," kata Bayu.

Jika modal lebih kuat lagi, para pemain merpati tarikan memilih bermain di arena Pacuan Kuda, Pulomas, Jakarta Timur. Tempat ini sudah lama dikenal di seantero Jakarta. Transaksi fulus judi sudah memakai sistem elektronik antar bank. Para penonton merpati tarikan bisa kecipratan duit jika mata tidak lamur.

"Wah kalau di pacuan bukan level saya, bisa seharga mobil gres taruhannya. Nggak masuk akal tapi saya lihat sendiri," ujarnya. Biasanya ada sayembara bagi penonton bisa melihat merpati di langit pertama kali diganjar fulus sampai Rp 500 ribu.

Dihubungi terpisah, Ketua Pengurus Daerah Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Jakarta Yonathan mengaku tak pernah tahu soal perjudian di antara penggemar merpati. Selama ini pihaknya selalu mengkoordinasi perlombaan merpati untuk menghindari ada kegiatan ilegal. "Kita nggak pernah tahu langsung soal itu."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...