Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Minggu, 30 Maret 2014

Malaysia Tolak Sarang Walet Asal Indonesia, Takut Tersaingi?


 
Gudang Burung Sebelum adanya perjanjian Mutual Recognition Agreement (MRA) antara Indonesia-Tiongkok terkait ekspor langsung sarang burung walet ke Tiongkok, eskpor dilakukan melalui pihak negara ketiga yaitu negara Malaysia.
Namun eksportir justru mendapatkan kesulitan saat mengirim barangnya ke 
Malaysia.
Salah satu eksportir sarang burung walet dari PT Sinar Jaya Walet yaitu Muhammad Al Habsyi menuturkan negara Malaysia selalu menolak produk walet Indonesia dengan berbagai alasan.

"Pemerintah Malaysia selalu menahan produk walet kami untuk masuk dengan berbagai alasan.

Tentu saja dilarang masuk bahkan diekspor ulang," ungkap Al Habsyi.

Padahal produk sarang burung walet yang diekspor ke Malaysia sudah melewati uji laboratorium terkait ada atau tidaknya kandungan nitrit berbahaya. Dia meyakini alasan penolakan tersebut karena Malaysia takut tersaingi di sektor ini.

"Mereka juga memproduksi sarang burung walet tetapi dengan kualitas di bawah. Harganya jauh  lebih murah dan produk mereka gampang rusak," imbuhnya.

Untuk mensiasati itu, Al Habsyi mengirimkan produk sarang burung waletnya ke Tiongkok melalui negara Hongkong. Ternyata permintaan sarang burung walet di Hongkong justru jauh
lebih besar dibandingkan Tiongkok.

"Kita ekspor ke Tiongkok melalui Hongkong. Tetapi permintaan Hongkong sendiri cukup besar. Per tahun saya bisa ekspor hingga 500 kg sarang burung walet dengan harga per kg mencapai Rp.10 juta," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...