Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Sabtu, 22 Februari 2014

Mendeteksi Kualitas Perkutut Saat "Piyik"


Gudang BurungBerburu burung berkualitas dari peternak satu ke peternak lainnya memang menjadi bagian penting seorang kungmania agar pilihannya tidak samapai salah. 


Nah cara ini merupakan strategi dan taktik penting kungmania agar saat membeli burung benar benar tidak meleset. Adakah cara jitu agar pilihan kungmania tak sampai meleset saat memantau burung, lalu bisakah suara angin piyik perkutut dijadikan patokan saat memantau?


Bagi kebanyakan kungmania berburu burung berkualitas merupakan tantangan yang paling seru, pasalnya dari sekian ratusan suara burung yang di dengar tentu tidak ada yang sama persis. Jika sudah begini tentu kungmania bakal bisa pusing 7 keliling memikirkan pilihan mana burung yang harus diambil dan dibawa pulang. 

Sebab memantau burung membutuhkan jangka waktu yang relatif tidak sebentar saja bahkan ada yang sampai berhari-hari lamanya itu tergantung kejelian kungmania yang mamantau. Agar jitu dan tidak salah tentu tiap kungmania memiliki trik dan patokan memilih burung agar pilihannya tidak sama meleset.
Ada berbagai caranya tentunya yang dilakukannya kungmania, mulai dari cara melihat postur tubuh (katurangan), melihat materi indukannya peternaknya siapa, bahkan ada yang sampai jeli dengan memantau suara burung di saat usia dini (usia piyik). Cara terakhir ini biasanya dilakukan oleh pemandu bakat yang seleranya tinggi dan orientasinya untuk tujuan mencari jago.
Mengapa dengan cara melihat suara burung di usia dini bisa dijadikan patokan untuk memantau burung. Menurut Benny Mintarso bahwa memantau burung sejak dini memiliki tingkat resiko yang besar sebenarnya, selain dibutuhkan kejelian khusus, kungmania yang menggunakan cara ini saat mencari burung kredibilitasnya sudah teruji. Artinya tidak semua orang bisa melakukan cara tersebut saat berburu burung berkualitas.
Lalu apa sajakah sebenarnya yang menjadi patokan untuk kungmania saat berburu burung ke peternak peternak, sebenarnya cara ini rahasia tapi penting juga diungkapkan karena selera suara burung saat ini sudah berkelas. 
Maunya burung mewah harga murah. Padahal burung mewah bagus pasti mahal harganya begitu sebaliknya burung mahal belum tentu mewah atau bagus. Jadi benar benar butuh trik terjitu bagaimana cara memantau dan memilih suara burung yang oke. 
Benny mejelaskan bahwa patokan yang paling pas memilih suara burung adalah usia yang masih piyik, hal ini didasarkan pada pengalamannya saat berburu burung lomba dan ternak yang selama ini dijalaninya.
Lebih spesifik Benny mengatakan bahwa kunci utama kungmania memantau burung adalah memperhatika dengan seksama suara nyicit piyik diusia dibawah 2 bulan. Sebab suara utuh piyik yang keluar disaat masih usia dini bisa dijadikan patokan suara jika burung sudah dewsa. 
Sebagai contoh bahwa burung dengan kuaslitas komplit (depan, tengah dan belakang plus ujung mewah) menjadi tanda bahwa dimasa dewasa nanti burung pasti akan seperti suara disaat usia piyik. Kalau jalannya double plus pasti suara seperti itu, kalau satu setetngah ya suara itulah nantinyadi usia dewasanya.
Apakah hal tersebut bisa dijadikan jaminan bahwa pilihan tersebut jitu, Benny dengan tenang menjelaskan bahwa prediksi suara burung yang didengar saat usia piyik hampir 80-90 persen pasti benar. 
Dengan catatan bahwa piyik yang kita pantau adalah produk lokal (Indonesia) saja, untuk produk luar negeri biasanaya referensi kuaslitas suara sudah didengar langsung oleh importirnya. Namun bukan berarti pilihan dengan cara tersebut aman dari kesalahan, 10 persen nilai tersebut mamang memungkinkan salah. Tapi kebanyakan cara ini pasti jitu jika saat memantau benar benar lihai.

WASPADA SAAT PECAH SUARA
Nah resiko yang harus dirasakan bagi para kungmania yang menyukai memnatau kualitas burung di usia piyik adalah saat burung berubah suara (pecah suara) menjadi suara perkutut dewasa. Biasanya burung benar benar berubah karakter suaranya dini terjadi burung sampai usia dewsa atau sampai burung mulai birahi dengan betina. 
Nah suara yang berubah itu lambat laun bakal kembali seperti suara awal (usia piyik lagi), apalagi jika perubahan pecah suara juga diikuti dengan masa ngurak (ganti bulu) pertama  saat menginjak usia remaja atau dewasa jika kualitas ssuara akan kembali seperti masa piyik. Bisa dicoba !!
Rahasia penting lainnya adalah burung burung yang jalannya biasa bisasa saja diusia piyik sebaiknya diabaikan saja pasalnya burung bakal bersuara seperti suara nyicitnya. Walaupun disaat pecah suara burung tersebut menjadi berkelas tapi kedepannya pasti tersangdung. Nah benar benar menarik bukan, jika kungmania tertantang bisa mencoba melakukan tip tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...