Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Rabu, 19 Februari 2014

Memulai Bisnis Perkutut Dengan Modal "Pas-Pasan"



Gudang Burung - Bisnis Burung perkutut memang tidak tidak ada matinya, dari harga murah sampai harga selangit semuanya laku dijual. Mungkin itulah kenyataan yang dirasakan para peternak perkutut yang sudah sukses. Cerita sukses peternak perkutut tidak hanya dari peternak yang memiliki koleksi indukan berkelas, tetapi juga kelas perkutut kropyok juga turut menuai manisnya bisnis ternak perkutut ini.

Maklum saja konsumen perkutut memang berasal dari kalanga beragam, mulai yang kantong tipis hingga tebal. Selain itu juga hobi perkutut adalah soal selera. Meski menutur orang lain jelek kalau kita suka tidak masalah.

Melihat segmentasi pasar burung perkutut yang sangat luas ini, beberapa peternak biasanya memiliki koleksi dari yang harga murah hingga harga mahal. Meski farm perkutut sudah ternama, tidak lupa menyediakan koleksi yang lebih mudah dijangkau kantong. Inilah uniknya bisnis ternak perkutut.

Langkah Bisnis Ternak Perkutut


Menurut H Subhan Zein (56), berternak Burung Perkutut dari Pekalongan, ternak perkutut tidak ada ruginya. Hal ini selain masalah pasar yang terbuka luas, juga mengenai perawatan yang mudah dan murah. H subhan yang juga ketua Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) Koordinator Daerah (Korda) Pekalongan menambahkan makanan burung perkutut cukup mudah, yaitu berupa campuran biji-bijian seperti millet, jewawut, gabah, ketan hitam, dan kacang hijau, maka Perkutut bisa menghasilkan anakan yang baik.

Bagi pemula yang ingin menekuni bisnis ternak perkutut H Subhan menyarankan untuk mengawali dengan yang murah saja, untuk sekedar mulai belajar bisnis ternak perkutut. Sebaiknya bagi pemula membeli burung perkutut yang sudah berjodoh, sehingga lebih cepat berkembang biak dan sekedar pindah kandang. Yang penting dalam tahap ini adalah belajar bagaimana  cara beternak perkutut dengan baik, Selanjutnya secara bertahap jika sudah sukses bisa upgrade kualitas ternakan burung perkututnya.

Contoh sederhana dalam memulai bisnis ternak perkutut adalah dengan membeli sepasang Perkutut seharga Rp 300 ribu saja, dalam kondisi stabil, burung anggungan ini mampu menetaskan dua pasang anakan dalam sebulan. Nah, jika tiga bulan maka akan menghasilkan anakan enam ekor. “Jika dijual di pasar burung, harganya bisa mencapai Rp 50 ribuan. Maka dari 50 ribu dikalikan 6 hasilnya Rp 300 ribu, sehingga modal awal untuk perkututnya sudah kembali. Tinggal cari untuk pakan dan kandang saja,” terangnya
.
H Subhan juga memberi saran kepada peternak perkutu pemula, jangan terburu nafsu terlebih dahulu dalam memulai bisnis ternak perkutut. Jangan melihat kualitas dulu, tetapi yang penting bisa beranak dan bisa menjual ke pasar. Jika ini sudah bisa dilalui dengan baik, peternak perktutu tidak perlu repot-repot menjual ke pasar, akan ada saja orang yang datang membeli perkutut-perkutut kita.

Bisnis ternak perkutut, bukanlah bisnis jangka pendek tetapi jangka panjang dan perlu kesabaran dan ketelatenan. Meski potensi pasar terbuka luas, tetapi tidak bisa dihitung secara matematis. Perlu ketelatenan dalam perawatan sehingga keuntungan akan datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...