Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Rabu, 19 Februari 2014

Bisnis Burung, Usaha Sampingan Atau Utama Part. II




Gudang Burung - Tulisan ini boleh dikata merupakan “edisi pendalaman” dari sejumlah tulisan tentang usaha beternak (penangkaran) burung yang pernah dimuat di rubric Inspirasi Usaha ini. Sengaja ditulis untuk memenuhi permintaan sejumlah pembaca yang menginginkan agar tulisan-tulisan tentang usaha beternak burung diperdalam sehingga mereka dapat mengambil kesimpulan sebagai dasar bagi rencana mereka untuk memulai usaha sejenis.



Belum Berani


Tengok Pepsi sebagai misal. Meski ia kini telah memiliki sekitar 60 pasang indukan burung kenari yang dapat membuatnya panen minimal 60 s.d 100 anakan setiap bulan, tetap saja ia harus mengandalkan biaya hidupnya pada pekerjaan utamanya sebagai karyawan pabrik rotan. 

Hal itu karena ia masih belum berani berinvestasi lebih besar untuk bisnis burung kenarinya, sehingga seluruh kenari indukan yang kini memenuhi hamper semua ruangan di rumahnya berjenis lokal yang harganya boleh dibilangt ermurah di kelasnya. Seekoran akan kenari local siap jual paling tinggi harganya hanya Rp 170.000,-. 

Bila dikurangi biaya produksi dan factor kerugian akibat kematian burung, terutama indukan, bisa dihitung berapa penghasilan Pepsi dari beternak burung. Tidak kecil memang, tapi untuk menjadikannya sebagai bisnis utama butuh perluasan dan peningkatan kualitas dan kuantitas usaha.
Lebih-lebih Subhi di Tegalwangi. Selain jumlah indukan kenarinya yang hingga saat ini baru mencapai 20 pasang, waktu untuk mengelola peternakannya pun terbilang sangat terbatas. 

Maklum lelaki yang sudah mulai beternak kenari sejak tahun 2008 silam itu juga berprofesi sebagai guru di SDN Sumurwuni, Kec. Argasunya, Kota Cirebon. Penghasilannya dari beternak burung masih kalah jumlah dibandingkan dengan gajinya sebagai guru, apalagi bila ditambah penghasilan istrinya yang juga berprofesi sebagai guru.

Bandingkan dengan penghasilan Gepeng dan Danu. Dari 20 pasang indukan murai batu milik mereka, bila setiap bulan yang berproduksi setengahnya saja, maka rata-rata ada 30 ekor anakan murai batu yang siap jual, karena burung murai batu rata-rata beranak 3 ekor. 

Seekor murai batu jantan umur sebulan sudah diterima pasar dengan harga tak kurang dari Rp 1,8 juta. Ditambah lagi kontribusi dari 20 indukan lovebird yang dapat menambah pundi-pundi Gepeng-Danu tidak kurang dari Rp 5 jt per bulan. Secara demikian, kira-kira pekerjaan formal sekelas apa yang bergaji Rp20juta per bulan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...