Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Selasa, 18 Februari 2014

Bisnis Burung, Usaha Sampingan Atau Utama Part. I

Gudang Burung - Tulisan ini boleh dikata merupakan “edisi pendalaman” dari sejumlah tulisan tentang usaha beternak (penangkaran) burung yang pernah dimuat di rubric Inspirasi Usaha ini. 

Sengaja ditulis untuk memenuhi permintaan sejumlah pembaca yang menginginkan agar tulisan-tulisan tentang usaha beternak burung diperdalam sehingga mereka dapat mengambil kesimpulan sebagai dasar bagi rencana mereka untuk memulai usaha sejenis.



Dari penelusuran penulis ke sejumlah lokasi peternakan burung, setidaknya ada dua kategori peternak (penangkar) burung yang ada di wilayah Cirebon. 

Kelompok pertama adalah mereka yang menjadikan bisnis peternakan burung sebagai usaha sungguhan (utama), sehingga mereka sangat sungguh-sungguh “mengelolanya”. 

Sedangkan kelompok berikutnya adalah mereka yang menjadikan aktifitas menangkar burung hanya sebagai kegiatan usaha sampingan di sela-sela kegiatan mereka yang lain, sehingga dari segi kuantitas dan kualitas serta permodalannya pun terbilang lebih sederhana.

Sementara itu, ada beberapa jenis burung yang menjadi primadona peternak, namun ada pula beberapa jenis burung yang tak terlalu mendapat perhatian dari mereka. Termasuk dalam kategori pertama adalah burung jenis murai batu, lovebird, kenari, kacer, anis, cucakrawa dan jalaksuren. 

Sedangkan parkit, merpati dan beberapa jenis burung lain kebanyakan dipeliharahanya untuk klangenan saja. Andai pun ada unsure bisnis di dalamnya, kebanyakan hanya dilakukan dengan setengah hati.

Meski demikian, yang dimaksud dengan usaha sampingan di sini bukan berarti bahwa beternak burung dapat dilakukan secara tidak sungguh-sungguh. 

Tetap saja butuh perhatian, ketelatenan, ketekunan dan konsentrasi untuk dapat memproduksi anakan-anakan burung yang siap jual, meski kegiatan penangkaran yang dilakukan termasuk dalam skala kecil atau bahkan kecil-kecilan. 

Hanya saja dari sisi jumlah burung yang diternak, lokasi usaha dan permodalan pada kategori usaha sampingan biasanya lebih kecil dan tidak seserius kategori beternak burung sebagai usaha utama.

Bisnis Utama
Gepeng dan Danu, dua bersaudara pedagang burung di Pasar Ayam Weru, termasuk kedalam kategori orang yang menjadikan kegiatan beternak burung sebagai bisnis utama mereka. Kakak-beradik warga Desa Sendang, Kec. Talun, Kab. Cirebon, tersebut memiliki sedikitnya 20 pasang indukan murai batu, 20 pasang indukan lovebird dan beberapa jenis burung lain seperti branjangan dan kacer. Bahkan kini mereka tengah merintis perizinan untuk dapat beternak jalak bali secara legal.
Setali tiga uang, anak-beranak H. Jono dan Aris di Desa Balad, Kec. Dukupuntang, Kab. Cirebon, juga termasuk yang menjadikan kegiatan beternak burung sebagai usaha sunggguhan (utama). 

Di sekitar rumah mereka yang berlokasi di daerah pegunungan, terdapat sedikitnya 12 kandang penangkaran burung murai batu dan ratusan pasang indukan burung lovebird. Mereka juga mengaku berkongsi dengan sejumlah peternak lain di Kec. Rajagaluh, Kab. Majalengka, untuk mengembangkan usaha penangkaran burung kenari.

Hanan Toha di Desa Pekandangan Jaya, Kec/Kab. Indramayu, juga boleh dikata termasuk kategori peternak burung yang serius. Pekerjaannya sebagai pengelola lembaga pendidikan keterampilan dan istrinya yang berprofesi sebagai dokter, tak membuatnya terhalang untuk mengembangkan usaha beternak burung dalam beberapa tahun terakhir. Belasan pasang indukan murai batu dan belasan pasang pula indukan burung lovebird telah memberinya banyak keuntungan financial selama ini. 

Bahkan peternak yang aktif mempromosikan peternakan burung miliknya H2T Bird Farm melalui media social facebook ini pernah berucap siap meninggalkan pekerjaan lamanya untuk lebih serius mengelola peternakan burung.

Termasuk ke dalam kelompok peternak yang menjadikan kegiatan menangkar burung sebagai usaha sampingan adalah peternak burung kenari Pepsi Warman di Griya Caraka, Kec. Kedawung, Kab. Cirebon, Jerry Sumampaw di Desa/Kec. Rajagaluh, Kab. Cirebon, Donny Rambitan di Desa Sinapeul, Kec. Sindangwangi, Kab. Majalengka, H. Jamal di Desa/KLec. Klangenan, Kab. Cirebondan Subhi di Desa Tegalwangi, Kec. Plered, Kab. Cirebon. 

Meski pun, sekali lagi, bukan karena mereka tidak-sungguh-sungguh mengelola dan mengembangkan peternakan masing-masing, yang membuat mereka terkategorikan sebagai orang-orang yang menjadikan kegiatan beternak burung “masih sebatas” sebagai kegiatan usaha sampingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...