Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Kamis, 23 Januari 2014

Kenali Ciri Merpati Balap Unggulan Part.I


 
Gudang Burung - Sepuluh tahun lalu, seorang ahli merpati balap di Jakarta Barat pernah berucap, beternak merpati balap itu harus berawal dari hobi. Dengan begitu ada kemauan untuk belajar. Sebaris kalimat itu sampai saat ini masih menjadi resep rahasia keberhasilan banyak pehobi dan penangkar merpati balap di tanahair.


Belajar artinya mau meluangkan waktu. Sekadar mencontohkan merpati balap unggul diperoleh melalui latihan, tidak sekadar mengandalkan darah juara. Bayangkan pula merpati balap yang terbang kencang tidak akan bagus seterusnya bila tidak diimbangi latihan rutin. Yang sering muncul adalah merpati balap semula terbang pelan, tetapi karena rutin dilatih lama-kelamaan merpati balap itu terbang amat cepat. 

Berikut 10 fakta yang bisa menambah pengetahuan para pehobi merpati balap.


1. Semakin lama bermain di merpati, pehobi akan mahir menilai kualitas burung. Beberapa kriterianya adalah berbulu halus, umumnya berwarna cokelat, kelabu, dan tritis, dagingnya empuk, dan ototnya kuat. Selain itu tongkrongannya sudah kelihatan, gagah. Bila merpati balap dipegang pun enak, tidak merosot. Burung bagus dagingnya empuk dan penuh, pas dengan tangan, bentuknya bulat bak perahu.  Berbeda dibandingkan merpati balap biasa, bentuk perutnya segitiga dan ada tulangnya.


2. Merpati yang siap dilatih otot-otot ketiaknya tebal dan kuat. Dilatihnya harus berpasangan.  Nah untuk mendapatkan pasangan tepat cari betina dewasa yang memiliki warna bulu sama dengan induk lolohan. Pada umur 8,5 bulan atau burung bertelur 10 kali ditambah 5 bulan, baru merpati siap dilombakan.


3. Pasangan merpati tidak boleh berganti. Biasanya burung yang sudah dipasangkan akan dijual berikut dengan kandangnya. Tujuannya agar burung tidak perlu adaptasi lagi. Bahkan biasanya baju yang biasa dipakai pelatih pun ikut dibeli. Dengan modal baju tersebut merpati tidak akan berpindah ke tangan orang lain saat lomba dan latihan.


4. Latihan harus rutin dilakukan sepanjang waktu. Geberan betina harus bagus, mantap tidak goyang.  Kalau goyang, masuknya jantan ke tangan goyang juga. Latihan dibagi dalam 3 babak yang berbeda jarak.  Setiap babak terdiri atas 5 kali ulangan dengan waktu istirahat antar babak setengah jam.  Sudah begitu biasakan untuk melatih merpati terbang lurus, jangan berbelok.


5. Merpati balap berumur satu tahun sudah siap menjadi indukan. Jantan siap kawin kalau sudah bekur alias mengeluarkan suara “kuur”. Pasangannya betina birahi cirinya saat dibekurin jantan langsung depa. Nah, anak merpati kebanyakan lahir berpasangan, jantan betina.  Biasanya induk mengerami telur selama sepekan. Setelah itu telur dipindah ke induk babu atau induk lolohan. Induk sesungguhnya kemudian dimandikan dan seminggu kemudian akan bertelur lagi. Dalam ternak merpati, betina memegang peranan dalam menghasilkan anakan bagus, hampir 60%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...