Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Kamis, 02 Januari 2014

Jalan-Jalan Ke Pasar Pramuka



Gudang BurungMemanjakan diri di akhir pekan tak melulu harus plesiran. Bagi Anda yang hobi memelihara burung, mungkin Pasar Burung di Jakarta bisa jadi tujuan akhir pekan kali ini. Beragam jenis burung siap menyambut dengan kicauannya.

Dari kejauhan, suara kicauan itu sudah terdengar. Betapa tidak, pasar yang berada di Jalan Pramuka ini memiliki dua lantai berisi burung yang jumlahnya ribuan. Ada yang punya sangkar sendiri, ada pula yang bergabung dengan teman-temannya dalam satu sangkar besar. Ada yang berwarna putih bersih, hitam legam, hingga warna-warni yang akan membuat Anda gemas!

Jenis yang paling banyak akan Anda temui adalah Parkit dan Kenari. Jenis pertama memiliki warna hijau terang, kontras dengan jenis kedua yang berwarna kuning cerah. Kenari yang diimpor dari Taiwan juga punya banyak penggemar karena bentuk tubuhnya yang agak bulat. Kenari jenis ini dijual seharga Rp 400.000-800.000 per ekornya.

Ada pula burung jenis Kacer, Dara Hijau, Rica Jenggot, dan Merpati. Pasar ini juga memiliki beberapa jenis burung Jalak seperti Jalak Putih, Jalak Duren, dan Jalak Nias. Beberapa burung lokal dijual cukup mahal, seperti Cucakrawa (Rp 5 juta), Murai asal Medan (Rp 4 juta), dan Anis Merah (Rp 3 juta).

Eits, tunggu dulu. Tak hanya burung lokal yang dijual di pasar ini, tapi juga burung impor. Para penggemar berat hewan ini bisa menemukan beberapa jenis yang diimpor dari Afrika, Belanda, Amerika, Taiwan, dan Brazil.

Harga burung jenis impor ini juga cukup mahal, seperti burung San Conour asal Belanda yang dijual Rp 5 juta sepasang. Burung Rosella yang tampak cantik dengan warna gradasi merah, putih, dan kuning juga dijual dengan harga yang sama per ekornya.

"Yang paling laku adalah Kenari Taiwan, Starling asal Belanda, juga Rosella," kata Mafhud, salah satu penjual yang juga menggemari burung impor sejak tahun 1974 silam. Sekarang, ia sekaligus menjadi importir tunggal di Pasar Burung.

Jika beragam jenis yang ada di dalam pasar belum juga memuaskan hasrat Anda, cobalah mengunjungi rumah-rumah warga yang ada di belakang pasar. Anda bisa menemukan beberapa burung yang sangat cantik rupawan, yang dibarengi dengan harga yang mahal.

Kakatua Macao asal Brazil misalnya. Dengan bentuk tubuh yang besar, ekor yang panjang, serta gerakan yang rupawan, hewan ini bisa dijual seharga Rp 25 juta! Tubuh Kakatua Macao ini ada yang didominasi warna biru terang, ada juga yang merah tua. Keduanya punya pesona yang tak terbantahkan, apalagi bagi para penggemar setia kakatua.

Selain itu, ada pula Kakatua Afrika yang dijual seharga Rp 12,5 juta per ekornya. Bentuk badannya tak terlalu besar, dilapisi bulu warna abu-abu. Tapi, pandangan matanya hampir seperti elang. Tajam dan menyipit di depan. Kakatua ini dijual seharga Rp 12,5 juta per ekornya.

Selain burung, di pasar ini Anda juga bisa menemukan berbagai jenis unggas seperti ayam, angsa, dan kalkun. Ada juga berbagai perlengkapan seperti sangkar, harganya mulai dari Rp 10.000-850.000. Beragam pakan burung juga tersedia mulai dari jagung kering, gabah, cacing, hingga jangkrik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...