Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Jumat, 27 Desember 2013

PT. Pertamina Serius Konservasi Maleo Part. II


Gudang BurungPT Pertamina EP selalu berupaya melestarikan lingkungan hidup. Bekerjasama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, Pertamina membuat penangkaran Maleo di pesisir pantai Bangkiriang untuk menjaga populasi burung Maleo yang hampir punah. 


Baru-baru ini, Pertamina melakukan pelepasan Maleo di Suaka Margasatwa Bakiriang, Kecamatan Moelong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Hadir dalam pelaksanaan program CSR tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Sidharto, Direktur Exploration & New Discovery Project Director Eksplorasi Doddy Priambodo, General Manager Operasional Gas Matindok Medianto dan stakeholder lainnya.

Menurut Doddy, burung Maleo merupakan satwa endemik Sulawesi yang hampir punah karena telur burung Maleo menjadi buruan masyarakat. Penebangan hutan di kawasan hutan Sulawesi juga menyebabkan burung maleo bergeser ke tempat lain kemudian punah.

"Padahal ini satwa endemik masyarakat Sulawesi harus dilestarikan jangan sampai punah. Konservasi maleo harus ditingkatkan, dalam hal ini Pertamina EP membuat penangkaran Maleo untuk membantu proses penetasan telur burung maleo," tuturnya.

Kepala Balai KSDA Sulteng Syihabuddin mengatakan, tanggung jawab penyelamatan satwa seperti Maleo bukan hanya tanggung jawab Pertamina. Namun, tanggung jawab tersebut harusnya diemban bersama masyarakat dengan penuh kesadaran menjaga habitat burung Maleo. 

"Tanggung jawab hewan endemik bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Perusahaan swasta dan masyarakat di daerah sulawesi Tengah harus turut berkecimpung dalam menjaga dan melestarikan hewan maleo," tambahnya

Sementara itu, Wagub Sulteng Sudharto mengapresiasi langkah Pertamina EP melestarikan burung Maleo di Sulawesi. Bahkan, dia mengucapkan terima kasih karena telah menjaga hewan endemik di Sulawesi tersebut 

"Pertamina sebagai pahlawan pelestarian burung maleo," puji Sudharto.

Medianto menambahkan, bahwa konservasi Maleo itu dilakukan sejak 25 Januari 2012. Kemudian pada Juli 2013, Pertamina EP melepas delapan ekor burung Maleo. September 2013 dilepas lagi 12 ekor burung Maleo, dan 8 Oktober 2013 dilakukan pelepas liaran kembali sejumlah 32 ekor burung Maleo.

Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan komitmen pelestarian bumi, Pertamina EP juga melakukan penanaman 9 ribu pohon mahoni dan mangrove di Desa Pandanwangi, Kecamatan Toili Barat, seluas 5,1 hektare. Kemudian Desa Tohiti Sari, Kecamatan Toiki, seluas 1,5 hektare dan Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk, seluas 0,2 hektare.

"Sasaran akan terus ditingkatkan dengan mengembangkan CSR lainnya baik bidang kesehatan maupun bidang lingkungan hidup yang memang sudah berjalan. Kedepan jauh akan dikembangkan lagi," tutupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...