Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Selasa, 31 Desember 2013

Pasar Pramuka Kembali Ramai



Gudang BurungSuasana libur panjang Natal dan Tahun Baru, membuat Pasar Burung Pramuka makin dipadati pengunjung. Belakangan ini, tiap hari ribuan pecinta burung tumplek-blek di pasar ini sehingga untuk mencari tempat parkir sepeda motor saja susah bukan main, apalagi mobil.

Suasana liburan seperti ini merupakan saat yang mengasyikkan bagi penggemar burung untuk berkunjung ke pasar itu sambil brekreasi. Ada yang datang sendirian, bersama teman, maupun mengajak istri dan anak. “Mumpung lagi libur, saya bisa memantau kondisi burung lebih seksama, supaya tidak salah beli,” ujar Rukmana, warga Sunter, Jakut, kemarin.
Dia dan puluhan pengunjung lainnya sedang asyik memantau burung kenari yang dibanderol bervariasi mulai dari Rp 200 ribu per ekor sampai jutaan rupiah. Suasana ini tampaknya menjadi hiburan yang rekreatif bagi mereka.
Di blok lain juga banyak penghobi yang sedang mengamati burung yang hendak dibelinya. Tak pelak lagi pasar burung yang terdiri dari tiga lantai itu penuh dipadati pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya. “Saat ini jenis burung yang paling banyak pembelinya adalah kenari, lovebird, muraibatu, dan kacer,” kata Sadi, pedagang di lantai dasar.
Ramainya pengunjung di pasar burung yang bersebelahan dengan Pasar Obat Pramuka di Jalan Raya Pramuka, Matraman, Jaktim, ini membuat aktivitas bisnis penjualan meningkat tajam. Ada saja yang dibeli pengunjung, di antaranya burung ocehan, pakan dan obat-obatan, sangkar, maupun pernak-perniknya. Kalau suasana lagi ramai seperti ini, ratusan pedagang pun panen rezeki.
“Pada hari biasa, omset penjualan antara Rp 3 juta dan Rp 5 juta. Tapi pada hari libur panjang seperti ini, tiap hari omsetnya di atas Rp 10 juta,” ujar Johan, pedagang burung kenari, lovebird, dan jalak suren, kemarin. Omset sebesar itu tidak termasuk kalau pedagang daerah memborong puluhan sampai ratusan ekor kenari.
Laris manis perdagangan juga disampaikan Ny Asih, pedagang pakan dan aksesoris sangkar. “Hari biasa, omsetnya sekitar Rp 3 juta, tapi hari libur panjang, termasuk Sabtu atau Minggu, omset hariannya mencapai belasan juta rupiah,” ujar wanita yang menjual bermacam pakan burung maupun pernak-perniknya seperti kerodong sangkar, wadah makanan, hiasan kandang, dan lainnya. Ia melayani penjualan eceran maupun grosir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...