Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Sabtu, 12 Oktober 2013

Rüppell's Vulture ( Rüppell's Griffon Vulture )



Gudang Burung - Rüppell's Vulture atau Rüppell's Griffon Vulture merupakan spesies burung pemakan bangkai berbadan besar yang hidup di wilayah Sahel, Afrika Tengah. Burung  langka yang memiliki nama latin Gyps rueppellii ini dikenal juga dengan nama Rüppell's Griffon, Rueppell's Griffon, Rüppell's Griffin Vulture, Rueppell's Vulture dan masih ada lagi yang lainnya.

Nama "Rüppell" sendiri diberikan kepada burung ini sebagai suatu bentuk penghargaan terhadap Eduard Rüppell, seorang petualang abad ke-19 yang berasal dari Jerman yang juga merupakan seorang kolektor, danzoologist.

Burung Rüppell's Vulture dikenal sebagai burung yang mampu terbang paling tinggi di dunia. Menurut data, burung pemakan bangkai ini mampu terbang hingga menembus ketinggian 11.000 m di atas permukaan air laut.

Burung dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 85 hingga 103 cm dengan rentang sayap sekitar 2,26 - 2,6 m, serta berat badan mencapai 6,4 hingga 9 kg. Burung jantan dan betina memiliki penampilan yang serupa yaitu memiliki tutul-tutul cokelat atau hitam di seluruh bulunya dengan bagian perut berwarna cokelat pucat. Sedangkan bagian kepala dan leher berwarna putih kotor.

Burung ini merupakan burung yang sangat sosial. Mereka biasa bertengger, bersarang, dan makan bersama dalam sebuah kawanan besar. Burung jenis ini dapat terbang hingga kecepatan 35 km/jam dan biasanya mereka terbang hingga sejauh 150 km dari sarang mereka untuk mencari makanan.


Rüppell's Vulture memiliki hemoglobin spesial dalam darahnya yaituhemoglobin alphaD, yang memungkinkan mereka untuk memanfaatkan oksigen secara efisien meskipun mereka tengah terbang dalam tekanan tinggi di lapisan troposphere bumi. Karena jangkauan terbangnya yang sangat tinggi, pernah terjadi suatu kasus dimana burung ini tertelan ke mesin pesawat jet yang tengah terbang di atas Abidjan, Côte d'Ivoire pada tanggal 29 November1973.

Habitat burung Rüppell's Vulture adalah di daerah kering dan pegunungan di Afrika, seperti di daerah semi-gurun atau daerah pinggiran gurun. Mereka memiliki penglihatan yang sangat tajam untuk menemukan bangkai hewan besar atau seekor hewan pemangsa yang tengah beraksi. 

Mereka akan menunggu hingga beberapa hari hingga sang karnivora pergi meninggalkan sisa mangsanya. Sebenarnya burung ini juga terkadang menangkap mangsanya sendiri, tetapi itu sangat jarang.

Bisa dibilang burung ini cukup rakus dalam makanan. Mereka akan memakan daging, jeroan, kulit, bahkan tulangnya hingga mereka nyaris tidak kuat terbang lagi karena kekenyangan. Namun, meskipun tubuh mereka tergolong besar, mereka bukanlah pemangsa dominan, karena masih ada burung pemakan bangkai yang lebih besar lagi dari mereka di habitat mereka.

Diperkirakan populasi burung Rüppell's Vulture saat ini tidak lebih dari 30.000 ekor di alam liar. Selain itu, populasi mereka pun semakin menurun setiap tahunnya. Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya habitat.

Sejak tahun 2012, Red List IUCN menetapkan bahwa populasi burung Rüppell's Vulture berada pada status "Rentan (VU)".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...