Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Rabu, 09 Oktober 2013

Malleefowl ( Leipoa ocellata )


Gudang Burung -  Malleefowl memiliki nama latin Leipoa ocellata. Burung yang memiliki tubuh seukuran ayam kampung ini merupakan burung endemik Australia. Burung ini merupakan satu-satunya yang masih hidup dari genus Leipoa.

Burung Malleefowl merupakan jenis burung yang pemalu, waspada, soliter dan biasanya hanya akan terbang untuk menghindari bahaya atau sekedar untuk bertengger di pohon. 

Pada dasarnya burung ini adalah burung yang aktif, tetapi mereka jarang terlihat oleh kita karena mereka akan langsung diam jika merasa terganggu, memanfaatkan corak bulunya untuk membaur dengan lingkungan sekitar agar tidak terlihat oleh predator. Selain itu mereka juga dikenal memiliki banyak trik untuk kabur dari serangan predator.

Habitat burung Malleefowl antara lain di daerah semak semi-kering di pinggiran daerah yang relatif subur di bagian selatan Australia. Namun sekarang mereka hanya dapat ditemukan di tiga wilayah terpisah yaitu di cekungan Murray-Murrumbidgee, sebelah barat teluk Spencer sepanjang pinggiran gurun Simpson, dan daerah semak semi-kering di sebelah barat Australia bagian Barat Daya.


Burung Malleefowl dikenal karena ukuran sarangnya yang begitu besar. Bahkan disebut-sebut sebagai burung dengan sarang paling besar di dunia. Pada musim dingin, pejantan akan memilih suatu area untuk membuat sarang. Biasanya area tersebut adalah permukaan tanah yang sedikit terbuka diantara pepohonan kecil. Sarang tersebut akan dibangun dengan diameter sekitar 3 m, dan kedalaman sekitar 1 m.

Pejantan akan menggali dengan kakinya dan akan mulai mengumpulkan ranting, daun, kulit kayu dan bahan organik lainnya di akhir musim dingin dan awal musim semi. Secara mudahnya, bentuk sarang burung Mallefowl adalah seperti yang tampak pada gambar berikut ini :

arsitektur sarang burung mallefowl

Populasi burung Mallefowl berada pada status "Rentan (VU)" menurut the Australian Environment Protection and Biodiversity Conservation Act 1999.Begitu juga menurut Red List IUCN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...