Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Senin, 10 Juni 2013

Mau Tembak Burung, Malah Kena Kepala Ayah

 http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/penembakan-ilustrasi-_121011112929-162.jpg

Gudang Burung - Enak-enak tertidur lelap, Sutrisno tiba-tiba berteriak. Kepalanya bagian belakang sakit tak karuan seperti tersengat listrik. Darah segar mengalir dari sana. Sambil merintih kesakitan pria 42 tahun melihat sang anak memegang senjata api miliknya yang selalu disimpan rapi di dalam kamar. Ternyata, saat bermain-main bedil, secara tak sengaja Prestiyo yang masih kelas VIII SMP menarik pelatuk sehingga peluru muntah dan bersarang di kepalanya.

 
Warga Desa Brenggolo, Kecamatan Kali­tidu, itu langsung dilarikan ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo. Hingga kini pihak medis belum bisa memastikan lokasi proyektil di kepala korban. Dia pun memubta rujukan ke RSU dr Sutomo Surabaya. 

Menurut informasi yang dihimpun Radar Bojonegoro, JPNN Grup, kejadian bermula sekitar pukul 08.00. Kala itu pria yang berkerja sebagai sekuriti di proyek migas tersebut sedang terlelap di rumahnya. Tiba-tiba: jebreettt.. ''Seketika itu saya bangun karena rasanya seperti terkena setrum listrik. Telinga saya seperti mendengar bunyi meteran listrik,'' ujar Sutrisno saat ditemui di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD setempat.


Meski terkena proyektil, dia masih bisa diajak berkomunikasi. Dengan kepala diperban kain, dia duduk di atas tempat tidur IRD. 

''Kalau nyeri (sakitnya) tidak seberapa, hanya waswas saja,'' ujarnya. Dia awalnya tidak menyangka terkena proyektil senapan. Korban baru mengetahui setelah putranya memegang senapan angin miliknya. Dia menduga putranya hendak menembak salah seekor burung. 

Tapi nahas, bukan burung yang didapat, tapi malah kepala sang ayah yang tertembak. 

''Dia pegang pelatuk, padahal masih ada pelurunya,'' tutur Sutrisno. Senapan itu tersimpan rapat di kamarnya. ''Itu senapan saya,'' lanjutnya. 


Sutrisno mendapat jahitan. Sebab, terdapat luka robek di sekitar titik tembakan. Staf Humas RSUD dr Thomas Djaja mengakui proyektil tersebut masih menancap di kepala. Hanya, dia tidak mengetahui lokasi proyektil senapan angin itu. 

Pihak medis melakukan rontgen, tetapi belum bisa mendeteksi lokasi proyektil secara pasti.

Sebaliknya, hasil foto scan terlihat kabur. Diduga, proyektil yang menembus kulit itu menancap ke tulang kepala korban. Tapi, untuk mengetahuinya, medis membutuhkan x-ray empat dimensi. 

''Di sini, fasilitas itu tidak ada, sehingga kami menyarankan untuk dirujuk ke Surabaya,'' lanjutnya. 

Thomas mengakui kondisi korban tidak seberapa parah. Hanya, dia memastikan proyektil masih di kepala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...