Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Selasa, 23 April 2013

Mengerami Telur Seperti Burung

Gudang BurungDinosaurus bertelur, hal itu tidak diragukan lagi. Namun para ilmuwan masih belum jelas apakah binatang purba itu mengerami telur seperti burung atau menguburnya seperti buaya.
Penelitian terbaru sekarang menemukan bahwa setidaknya satu jenis dinosaurus memakai pendekatan seperti burung untuk menetaskan telurnya.
Troodon adalah jenis dinosaurus kecil pemakan daging yang panjangnya hanya sekitar 2,4 meter, hidup sekitar 75 juta tahun yang lalu dan menginkubasi telurnya seperti burung di jaman modern.
Sebagian besar jenis burung mengerami telur agar hangat, namun buaya dan kerabatnya mengubur telur sepenuhnya.
Perbedaan dari kedua cara ini terlihat di cangkang telur. Pada telur buaya terdapat banyak lubang pori agar bisa terjadi pergantian udara dan air, jangan sampai telur itu kehabisan udara di sarang yang tertutup dan lembab. Telur burung atau unggas yang terekspos ke udara terbuka memiliki pori yang lebih sedikit akar tidak gampang mengering.
Darla Zelenitsky, peneliti dinosaurus dari University of Calgary dan David Varricchio, paleontologis dari Montana State University, mempelajari sarang telur Troodon dari Kanada hingga Montana, Amerika Serikat untuk menemukan tanda kalau telur-telur itu dikubur.
Mereka membandingkan pori cangkang telur dengan telur buaya modern, telur burung yang dikubur di gundukan, dan telur burung yang dierami.
Mereka menemukan bahwa jumlah pori itu bervariasi pada telur dinosaurus, sehingga diduga dinosaurus meletakkan telurnya secara vertikal di lumpur atau pasir, namun tidak mengubur sepenuhnya. Kemudian terjadi kontak langsung antara dinosaurus dewasa dengan bagian atas telur yang setengah terkubur itu, kata Varricchio.
"Terdapat persamaan dengan cara menetaskan telur oleh burung Plover Mesir yang mengerami telur dengan posisi setengah terkubur di tempat berpasir dalam sarang," kata Varricchio.
Burung plover menetaskan telur dengan menguburnya di pasir yang hangat sembari mengerami dengan perut yang basah untuk menyalurkan suhu dingin dari atas. -beritasatu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...