Solusi Masalah Burung

Solusi Masalah Burung

Rabu, 25 April 2012

Burung Ibis


Nipponia nippon (bahasa Inggris: Asian Crested Ibis; bahasa Jepang: toki, トキ; ditulis dalam kanji sebagai 朱鷺, 鴇, 鵇, atau 鴾) adalah satu-satunya spesies burung dari genus Nipponia keluarga Threskiornithidae (ibis). Burung ini telah punah dari sebagian besar habitat aslinya. Hingga abad ke-19, burung ini dapat ditemukan di berbagai tempat di Asia Timur, namun populasinya menyusut drastis pada awal abad ke-20. Kini sekitar 500 ekor hidup di alam bebas di Shaanxi, Republik Rakyat Cina. Antara tahun 2008 hingga 2009, beberapa ekor terbang ke Jepang sebagai burung migran, dan ditangkap untuk dibiakkan. Sejumlah 30 ekor sudah dilepas kembali ke alam bebas di Jepang. Populasi dalam program konservasi (data September 2009): RRC: sekitar 600 ekor, Jepang: 112 ekor, Korea Selatan: 2 ekor.
Nama binomial Nipponia nippon menjadikan burung ini sering dipakai sebagai simbol Jepang. Meskipun demikian, Nipponia nippon bukan burung nasionalJepang (Phasianus versicolor adalah burung nasional Jepang).

Burung berukuran besar, panjang tubuh sekitar 76 cm, lebar sayap terentang sekitar 130 cm. Ciri khasnya adalah kulit bagian muka berwarna merah terang, tidak ditumbuhi bulu. Bagian belakang kepala memiliki jambul berupa bulu putih panjang dan lebat. Seperti halnya burung keluarga ibis, Nipponnia nipponmemiliki paruh panjang bengkok berwarna hitam (ujung merah). Bulu berwarna putih menutupi seluruh badan. Dari musim semi hingga musim panas sepanjang musim kawin, dari bagian leher keluar cairan sekresi berwarna hitam; bulu sekitar kepala hingga punggung terlumuri cairan sekresi hingga berwarna abu-abu. Warna abu-abu menjadi semakin pekat setelah burung ini mandi di air. 




Setelah mandi, hampir seluruh tubuh berwarna kehitaman. Sisi bawah sayap berwarna merah muda. Sama halnya dengan kepala, kaki berwarna merah terang. Iris berwarna oranye. Anak burung berwarna hitam abu-abu pada seluruh badan, kecuali bagian kepala memiliki bulu berwarna kuning. Pakan berupa katak, kepiting, ikan kecil, dan hewan kecil.
Jantan hampir tidak berbeda dengan betina dalam penampakan. Jantan sedikit lebih besar, berat antara 1.800 hingga 2.000 gram; betina antara 1.450 hingga 1.600 gram. Jantan lebih banyak makan dari betina, dan kemungkinan bersifat agresif. Betina makan lebih sedikit, tenang, takut terhadap manusia. Jantan memiliki bagian kepala berwarna merah yang sedikit lebih besar dari betina. Panjang paruh jantan sekitar 18 cm (betina sekitar 16 cm); paruh jantan lebih tebal daripada paruh betina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...